skip to Main Content

Welcome To Aryasatya

Jasa Pembuatan Aplikasi Berbasis Web Terbaik dan Termurah. Pengembangan Dilakukan oleh Team Programming Profesional dan Berpengalaman. Fokus Jasa Kami adalah Jasa Pembuatan Website, Digital Product, Web Programming, Toko Online , dan Aplikasi Berbasis Web

aryasatya.home@gmail.com
0815-4287-9587
Jl. Raya Pesanggrahan No. 20 RT. 02 RW. 03
Kec. Kesugihan, Kab. Cilacap
Jawa Tengah - 53274

Belajar PHP Part 1: Pengertian PHP Beserta Fungsi dan Contohnya

Belajar PHP Part 1: Pengertian PHP Beserta Fungsi Dan Contohnya

Sebelum belajar PHP lebih jauh pertama yang harus kita ketahui tentang PHP adalah tentang pengertian PHP beserta fungsi dan contohnya dalam pemrograman web. Karena kita akan memulai belajar php dari dasar sebagai pondasi fundamental teori seorang web programmer. Sangat tidak relevan ketika kita telah mahir dalam PHP, namun saat ditanya PHP secara teori dan dasar tetapi tidak mengetahuinya.

Pengertian PHP

Pengertian PHP : Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memprogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS (source: wikipedia). Beberapa menyatakan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web.

Pengertian PHP yang lain menyatakan bahwa PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana kepanjangannya terdiri dari singkatan itu sendiri yaitu PHP: Hypertext Preprocessor. PHP dikembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP Group, situs resmi PHP beralamat di url https://www.php.net.

PHP pada awal releasenya dikenal sebagai kependekan kata dari Personal Home Page, oleh karena itu sesuai dengan namanya php pada saat itu digunakan untuk membuat website pribadi. Dan hanya dalam beberapa tahun perkembangannya, php bertransformasi menjadi bahasa pemrograman web yang powerful. Sehingga tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web pribadi sederhana, tetapi juga website populer yang digunakan oleh jutaan webmaster seperti wikipedia, wordpress, joomla hingga saat ini. Dan lebih dinamis lagi digunakan untuk membangun sebuah sistem aplikasi database berbasis web.

Apa itu PHP

Kenapa PHP disebut sebagai bahasa pemrograman server side ? karena php diproses pada komputer server tidak bisa dilakukan oleh client. Hal ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side seperti JavaScript dan HTML yang dapat diproses pada client web browser.

Itulah sekumpulan definisi dan terminologi teori pada pengertian PHP sebagai dasar pembelajaran php. Selanjutnya adalah pengetahuan lain tentang php yaitu bahwa PHP dapat digunakan secara gratis dan bersifat open source. PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public License (GPL) yang biasa digunakan untuk proyek Open Source.

Bersumber dari situs w3techs.com diakses pada tanggal 28 Agustus 2019, memberikan data informasi bahwa market share penggunaan bahasa pemrograman server-side untuk mayoritas website di seluruh dunia adalah menggunakan PHP. Penggunaan bahasa PHP mencapai angka 79,1% disusul oleh ASP.Net 10,9% kemudian Java 3,8%. Bahasa pemrograman server-side lainnya seperti Ruby, Python, Perl dan lainnya di bawah angka 3%.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa web programmer di seluruh dunia telah menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman yang standar. Menjadi sangat populer baik karena kedinamisannya, kemudahannya, securitynya, kemudahannya atau karena open source dan gratis.

Fungsi PHP

Setelah mengetahui pengertian php, selanjutnya dalam belajar dasar pengertian php beserta fungsi dan contohnya adalah mengenal apa fungsinya.

Fungsi PHP adalah untuk membuat halaman web dinamis yang dapat disisipkan ke dalam dokumen HTML. Meskipun PHP bukan satu-satunya bahasa permrograman web yang dapat digunakan, bahkan dengan HTML saja sudah cukup. Akan tetapi HTML tidak dapat membuat halaman dinamis, dan fungsi php disini adalah untuk membuat halaman web menjadi dinamis. Perlu kita ketahui bahwa HTML dan CSS hanya akan membentuk halaman statis saja, konten dan halaman bersifat tetap. Jadi sampai disini teman-teman sudah paham ya, tentang fungsi PHP pada pemrograman web?

Jika masih belum paham tentang web dinamis, contoh sederhanya adalah website berita dengan konten yang terus berubah dan bertambah. Bagaimana proses berubah atau bertambahnya sebuah konten dinamis? yaitu melalui sebuah proses data input form ke dalam database, dan ini dilakukan oleh fungsi php itu sendiri.

Contoh Penggunaan PHP

Selanjutnya dalam artikel tentang pengertian php beserta fungsi dan contohnya adalah membahas bagaimana contoh penggunaan php dalam pemrograman web.

Dari pengertian php dan fungsi php yang telah kita bahas, dapat kita tarik salah satu kesimpulan bahwa php adalah bahasa pemrograman web dinamis. Kemudian kode PHP dalam implementasi pemrogramanan dapat disisipkan ke dalam dokumen HTML. Oleh karena itu PHP disebut juga sebagai Scripting Language atau bahasa pemrograman script.

Disini kita akan membuat perbandingan antara halaman web statis dan halaman web dinamis sebagai contoh penggunaan php. Halaman statis dibuat dengan kode HTML, sedangkan halaman dimanis nya dibuat dengan menyisipkan kode PHP ke dalan dokumen HTML.

Perhatikan contoh penggunaan kode HTML dibawah ini;

<html>
<head>
	<title>Contoh Penggunaan list dengan HTML</title>
</head>
<body>
	<h2>Daftar Peserta Private Pemrograman Web</h2>
   	<ol>
      	<li>Swalaya Buana</li>
      	<li>Indra Burhan</li>
     	<li>Rahma Indayati</li>
      	<li>Dani Guruh Saputra</li>
      	<li>Mahendra</li>
      	<li>Farhan Hutajulu</li>
      	<li>Akbar Permana</li>
      	<li>Hermawan</li>
      	<li>Antika Putri D</li>
      	<li>Raffi Kusuma</li>
		<li>Cute Sukma</li>
		<li>Nia</li>
		<li>Titik Cintya Sari</li>
   	</ol>
</body>
</html>

Dari kode HTML di atas kita fokus ke tag pada baris 8 hingga 20 bahwa untuk menampilkan list data tersebut, tag harus di ulang sebanyak data yang akan ditampilkan. Inilah yang dinamakan statis, terlihat tidak efektif apalagi jika datanya mencapai ribuan list.

Akan sangat berbeda dan lebih efektif jika menggunakan PHP, ada banyak fungsi untuk melakukan pengulanagan list tersebut, misal dengan fungsi perulangan for().

Contoh penggunaan PHP untuk kasus diatas agar menjadi dinamis, dapat kita lihat pada kode PHP berikut ini;

<html>
<head>
	<title>Contoh Penggunaan list dengan PHP</title>
</head>
<body>
	<h2>Daftar Peserta Private Pemrograman Web</h2>
	<ol>
	<?php
		for ($i= 1; $i <= 100; $i++){
			echo "<li>Nama Peserta ke-";echo $i;echo"</li>";
		}
	?>
	</ol
</body>
</html>

Perhatikan pada baris 8-12, bahwa telah php disisipkan ke dalam kode html sehingga eksekusi dari kode tersebut akan menghasilan halaman web dinamis. Yaitu melakukan perulangan for() dengan variable $i sebanyak 100 kali dengan hanya menggunakan tag <li> html cukup 1 baris saja.

Pengertian PHP Beserta Fungsi dan Contohnya

Sampai disini kita telah membahas 3 pokok penting pada PHP yaitu pengertian php, fungsi php, dan contoh penggunaan php dalam pemrograman web. Ini masih sangat dasar bahwa pengertian php beserta fungsi dan contohnya adalah salah satu pondasi dari beberapa pondasi lainnya dalam belajar php untuk pemrograman web.

Pada kesempatan berikutnya, kita akan membahas lagi beberapa pondasi dasar dalam belajar php. Seperti mengenal sejarah nya, perkembangannya, hingga perbedaan versi-versinya. Semoga dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top
×Close search
Search